Optimalisasi Lahan Rawa Kabupaten Tanah Laut
FGD Pengelolaan Lahan Rawa Untuk Pertanian Di Kabupaten Tanah Laut

By Administrator 15 Sep 2022, 09:54:35 WIB Ekonomi dan SDA
Optimalisasi Lahan Rawa Kabupaten Tanah Laut


Kabupaten Tanah Laut dengan kondisi geografi lebih banyak memiliki kawasan dataran rendah mengakibatkan banyak memiliki lahan rawa, yaitu sebesar 87.367,66 ha, dengan luasan sebesar itu hanya 40.714 ha yang saat ini dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, oleh karena itu bekerja sama dengan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balitra) Kementrian Pertanian, Bidang Ekonomi dan SDA Bappeda Kab. Tanah Laut melaksanakan Focus Group Disscusion (FGD) Pengelolaan Lahan Rawa Untuk Pertanian Di Kabupaten Tanah Laut pada Rabu (14/09) bertempat di Aula Pencerahan Bappeda.  

Berhadir dalam kegiatan ini pada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut, Bapak  Drs. H. Dahnial Kifli, M.A.P, Kepala Bappeda Bapak Andris Evony, S.STP, M.Si, Bidang Ekonomi dan SDA Bappeda, Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan SDA Setda Tanah Laut, Perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Perwakilan dari dinas PUPRP dan seluruh Camat se-Kabupaten Tanah Laut. Sedang dari Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa Kementrian Pertanian dihadiri oleh Kepala Balitra Bapak Agus Hasbianto, SP,, M.Si., Ph.D dan Subko Yantek Bapak Dr. Mawardi beserta staf.

Baca Lainnya :

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut, Bapak Drs. H. Dahnial Kifli, M.A.P menyambut baik kegiatan FGD ini, beliau berharap dari kegiatan ini akan terjadi saling berbagi informasi terkait pengembangan lahan pertanian di Kabupaten Tanah Laut, khususnya lahan rawa. Dalam pengembangan lahan rawa beliau berharap juga agar tidak hanya memandang pada hasil pertanian tapi juga membuka potensi lahan pertanian menjadi objek pariwisata sebagaimana saat ini terjadi di daerah Ubud, Bali.

Dalam kesempatan ini Kepala Bappeda Kab. Tanah Laut, Bapak Andris Evony, S.STP, M.Si juga menyampaikan harapan agar Balitra Kementerian Pertanian dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi apa saja yang bisa diaplikasikan dalam pengembangan lahan rawa terutama dalam pemanfaatannya sebagai lahan pertanian, baik berupa rekomendasi teknis maupun berupa kebijakan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Balitra yang dipaparkan langsung oleh Kepala Balitra Kemenpan Bapak Agus Hasbianto, SP, M.Si. Ph.D tentang perspektif kebijakan lahan rawa kemudian dilanjutkan pemaparan dari Subko Yantek Balitra Kemenpan Bapak Dr. Mawardi tentang potensi dan tantangan pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian berkelanjutan.

Selepas pemaparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama dimana disepakati dalam pengembangan lahan rawa harus dilaksanakan program yang sifatnya berkelanjutan agar lahan rawa ini dapat terus termonitor dan bisa dikembangkan lebih lanjut lagi seiring perkembangan informasi dan teknologi pertanian terbaru. Sumber Daya Manusia juga harus dipersiapkan dalam mendukung program pengembangan lahan rawa baik secara softskill (pengetahuan) ataupun hardskill (keahlian) nya bisa dengan pendidikan ataupun dengan bimbingan teknis. Pengembangan lahan rawa bukan hanya tugas SKPD terkait pertanian saja, pembangunan irigasi contohnya memiliki keterkaitan dengan SKPD teknis seperti PU, sinergi antar SKPD terkait jelas diperlukan guna satu visi mencapai tujuan pengembangan lahan rawa.

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa Kementerian Pertanian dengan tangan terbuka siap bekerja sama dengan SKPD terkait dalam hal konsultasi teknik dan inovasi  pengembagan lahan rawa di Kabupaten Tanah Laut. (RED)